Sabtu, 23 Juni 2012

TINGGI NABI ADAM ‘ALAIHISSALAM & UKURAN BAHTERA NABI NUH ‘ALAIHISSALAM


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيم

Tinggi Nabi Adam ‘alaihissalam

Berdasarkan hadits Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam, tinggi Nabi Adam ‘alaihissalam adalah sekitar 60 hasta, atau sekitar 1080 inchi, atau sekitar 27 meter. Hadits lengkapnya:
Said bin Abi Arubah meriwayatkan, dari Qatadah, dari Hasan, dari Utai bin Dhamrah, dari Ubay bin Kaab, ia berkata, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Segungguhnya bapak kalian, Adam, itu posturnya seperti pohon kurma yang tinggi, kira-kira 60 hasta. Ia juga memiliki rambut yang lebat hingga menutupi auratnya. Lalu ketika ia melakukan dosa di dalam surga, maka terlihatlah auratnya. Ia pun dikeluarkan dari surga. Lalu ia menemukan sebuah pohon dan mengambil ujung tangkainya. Kemudian Allah menegurnya, “Wahai Adam, apakah kamu bersembunyi dari-Ku?” Lalu ia menjawab, “Tidak demikian wahai Tuhanku, aku hanya merasa malu dengan apa yang telah aku perbuat.”


Ukuran Bahtera Nabi Nuh ‘alaihissalam

Ats-Tsauri mengatakan, “Nabi Nuh diperintahkan untuk membangun sebuah kapal yang panjangnya 80 hasta (± 36 meter) dan lebarnya 50 hasta (± 22,5 meter).”

Imam Qatadah mengatakan, “Kapal yang dibangun oleh Nabi Nuh panjangnya 300 hasta (± 135 meter) dan lebarnya 50 hasta. Inilah yang aku dapatkan dari keterangan Kitab Taurat.”

Sedangkan Hasan Basri mengatakan, “Luasnya adalah 600x300 hasta (270x135 meter).”
Berbeda pula dengan riwayat dari Ibnu Abbas yang menyebutkan bahwa panjang kapal itu adalah 1200 hasta (± 540 meter), dan lebar 600 hasta.

Ada juga yang mengatakan panjangnya 2000 hasta (± 900 meter) dan lebarnya 100 hasta (± 45 meter).

Namun, mereka semua sepakat bahwa tinggi kapal itu adalah 30 hasta (± 13,5 meter) yang terdiri dari tiga tingkat yang tinggi tiap tingkatnya 10 hasta. Tingkat pertama diisi berbagai hewan peliharaan dan hewan liar, tingkat ke dua untuk manusia, dan tingkat atas untuk burung-burung. Pintu kapal terletak di bawah, dan kapal itu juga memiliki penutup yang tertempel di bagian atasnya.


Thanks for reading  ^_^

Sumber:
buku Qashash Al-Anbiyaa’, 2002, karya Ibnu Katsir


PS:
Silakan kalau mau copy-paste, namun kalau tidak keberatan mohon sertakan link-back ke blog ini. Terima kasih.



Related Posts:



Tidak ada komentar:

Posting Komentar