Rabu, 20 Juni 2012

BUAH YANG DIMAKAN NABI ADAM ‘ALAIHISSALAM DAN HAWA DI SURGA


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيم

Para ulama tafsir berbeda pendapat mengenai pohon yang dimaksud dalam firman Allah, “Tetapi janganlah kamu berdua dekati pohon yang satu ini, nanti kamu termasuk orang-orang yang zhalim.” [Al-Baqarah:35]

Ibnu Abbas, Said bin Jubair, Asy-Sya’bi, Ja’dah bin Hubairah, Muhammad bin Qais, As-Suddi, dan Ibnu Mas’ud meriwayatkan bahwa pohon yang dimaksud adalah pohon anggur.

Ibnu Abbas, Hasan Basri, Wahab bin Munabbih, Athiyah Al-Aufi, Abu Malik, Muharib bin Ditsar, dan Abdurrahman bin Abi Laila meriwayatkan, “Orang-orang Yahudi menduga bahwa pohon yang dimaksud adalah pohon gandum.”

Wahab mengatakan, “Buahnya itu lebih lembut dari keju dan lebih manis dari madu.”
Ats-Tsauri meriwayatkan dari Hushain, dari Abu Malik, bahwa pohon tersebut adalah pohon kurma.

Riwayat dari Ibnu Juraij, dari Mujahid, dan dari Qatadah, menyebutkan bahwa pohon yang dimaksud adalah pohon tin.

Sedangkan Abu Aliyah mengatakan, “Kalau seperti pohon di dunia, maka jika buahnya dimakan nantinya akan menjadi kotoran, sedangkan di surga semestinya tidak ada yang namanya kotoran.”

Perbedaan pendapat ini wajar-wajar saja dan tidak terlalu jauh berbeda. Namun, tidak dipastikannya dan tidak disebutkannya pohon yang dimaksud adalah kehendak Allah subhaanahu wata’aala. Apabila di dalam penyebutannya ada suatu maslahat bagi manusia maka pastilah akan disebutkan, sama seperti hal-hal yang disamarkan lainnya di dalam Al-Quran.


Thanks for reading  ^_^

Sumber:
buku Qashash Al-Anbiyaa’, 2002, karya Ibnu Katsir


PS:
Silakan kalau mau copy-paste, namun kalau tidak keberatan mohon sertakan link-back ke blog ini. Terima kasih.



Related Posts:



Tidak ada komentar:

Posting Komentar